PENDIDIKAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL

7, Oktober 2010 at 11:08 pm 18 komentar

PENDIDIKAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL SEBAGAI UPAYA MENGANGKAT POTENSI DAERAH DI TINGKAT NASIONAL DAN INTERNASIONAL
SITI MUYASAROH*)

Latar Belakang

Pergeseran paradigma dalam pranata pendidikan yang semula terpusat menjadi desentralistis membawa konsekuensi dalam pengelolaan pendidikan, khususnya di tingkat sekolah. Kebijakan tersebut dapat dimaknai sebagai pemberian otonomi yang seluas-luasnya kepada sekolah dalam mengelola sekolah, termasuk di dalamnya berinovasi dalam pengembangan kurikulum dan model-model pembelajaran.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional  pada BAB III pasal 4 ayat (1) dinyatakan bahwa  Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai agama, nilai kultural dan kemajemukan bangsa. Selanjutnya pada BAB X pasal 36 ayat (2) dinyatakan bahwa Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik, dan pada pasal yang sama ayat (3) butir c menyatakan bahwa Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka negara kesatuan republik Indonesia dengan memperhatikan keragaman potensi daerah dan lingkungan. Pasal 37 ayat (1) menyatakan bahwa Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat Keterampilan/Kejuruan (butir i) dan muatan lokal (butir j).

Propinsi Kalimantan Tengah secara geografis terletak di daerah khatulistiwa, yaitu 0°45 LU, 3°30 LS, 111° BT dan 116°BT. Luas wilayah 157.983 Km2 mencakup 13 kabupaten dan 1 kota dengan 85 kecamatan terdiri dari 1.340 desa dan 101 keluarahan. Jumlah Kecamatan akan meningkat seiring dengan pemekaran Kabupaten tersebut(Budi Santosa :2010). Memperhatikan kondisi Kalimantan Tengah yang sangat luas seperti diatas tentu memiliki karaktertistik yang berbeda di setiap kabupaten, maka alangkah baiknya  segera diterapkan pendidikan berbasis keunggulan lokal (PBKL) pada sekolah –sekolah di Kalteng khususnya Barito Timur, sehingga potensi daerah dan lingkungan yang sangat berlimpah dapat segera diberdayakan.

Pelaksanaan PBKL di sekolah tentu tidak boleh bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan tentang Kurikulumm Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Oleh karena itu secara umum tujuan program PBKL di SMA adalah memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan pendidikan di sekolahnya dengan memasukkan kajian materi keunggulan lokal sesuai dengan kondisi dan potensi sekolah serta lingkungan sekitarnya. Sedangkan secara khusus PBKL bertujuan agar peserta didik :

  1. mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budaya daerah dimana siswa berada;
  2. memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan mengenai lingkungan daerah yang berguna bagi dirinya, masyarakat dan negara;
  3. memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerah, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya daerah dalam rangka menunjang pembangunan nasional;
  4. berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat dan pemerintah daerah.

Permasalahan

Berdasarkan uraian di atas maka sekolah memiliki kesempatan untuk mengem bangkan pendidikan dengan memasukkan keunggulan lokal sesuai dengan kondisi dan potensi sekolah serta linkungannya. Permasalahan yang muncul dari uraian di atas adalah, ”Bagaimana mewujudkan PBKL di sekolah agar bisa mengangkat nama daerah?”

PEMBAHASAN

Keunggulan lokal adalah segala sesuatu yang merupakan ciri khas kedaerahan yang mencakup aspek ekonomi, budaya, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain. Sumber lain mengatakan bahwa Keunggulan lokal adalah hasil bumi, kreasi seni, tradisi, budaya, pelayanan, jasa, sumber daya alam, sumber daya manusia atau lainnya yang menjadi keunggulan suatu daerah (Dedidwitagama,2007). Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Keunggulan Lokal (KL) adalah suatu proses dan realisasi peningkatan nilai dari suatu potensi daerah sehingga menjadi produk/jasa atau karya lain yang bernilai tinggi, bersifat unik dan memiliki keunggulan komparatif.

Keunggulan lokal harus dikembangkan dari potensi daerah. Potensi daerah adalah potensi sumber daya spesifik yang dimiliki suatu daerah. Sebagai contoh potensi Barito Timur, memiliki potensi seni budaya yang bernilai tinggi. Pemerintah dan masyarakat kota Barito Timur dapat melakukan sejumlah upaya dan program, agar potensi tersebut dapat diangkat menjadi keunggulan lokal Barito Timur sehingga daerah ini menjadi lebih terkenal di kancah nasional.

Konsep pengembangan keunggulan lokal dapat digali dari berbagai potensi, yaitu potensi sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), geografis, budaya dan historis. Uraian masing-masing sebagai berikut.

1. Potensi Sumber Daya Alam

Sumber daya alam (SDA) adalah potensi yang terkandung dalam bumi, air, dan dirgantara yang dapat didayagunakan untuk berbagai kepentingan hidup. Contoh bidang pertanian: padi, jagung, buah-buahan, sayur-sayuran dll.; bidang perkebunan: karet, tebu, tembakau, sawit, coklat dll.; bidang peternakan:  unggas, kambing, sapi dll.;  bidang perikanan: ikan laut, ikan air tawar, rumput laut, tambak, dll.

Di Barito Timur yang memiliki potensi hasil sumberdaya alam seperti karet, rotan, kayu bahan bangunan, tanaman berkasiat obat, tanaman langka, selama ini masih belum di olah secara maksimal.

Belum lagi ditambah kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, seperti bahan tambang batubara, minyak bumi, kaolin, kuarsa dan lainnya.

2. Potensi Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti sebagai bagian integral dari sistem yang membentuk suatu organisasi. Oleh karena itu, dalam bidang kajian psikologi, para praktisi SDM harus mengambil penjurusan industri dan organisasi. (Wikipedia: 2010).

Sumberdaya manusia yang dimiliki Barito Timur sebenarnya tidak kalah dengan dengan daerah lain

3. Potensi Budaya

Budaya adalah sikap, sedangkan sumber sikap adalah kebudayaan. Agar kebudayaan dilandasi dengan sikap baik, masyarakat perlu memadukan antara idealisme dengan realisme yang pada hakekatnya merupakan perpaduan antara seni dan budaya. Ciri khas budaya masing-masing daerah tertentu (yang berbeda dengan daerah lain) merupakan sikap menghargai kebudayaan  daerah sehingga menjadi keunggulan lokal. Beberapa contoh keunggulan lokal menghargai kebudayaan setempat yaitu upacara Ngaben di Bali, Malam Bainai di Sumatera Barat, Sekatenan di Yogyakarta dan Solo dan upacara adat perkawinan di berbagai daerah.

Sedangkan di wilayah Barito Timur terdapat budaya dan upacara-upacara adat untuk menghormati leluhur. Selain itu di wilayah Barito Timur juga memiliki tarian-tarian khas dari suku Dayak Ma’anyan yang selama ini belum di kembangkan di tingkat sekolah.

Dalam penyelenggaran program PBKL di SMA perlu memperhatikan strategi pelaksanaan, identifikasi kondisi dan Kebutuhan daerah, identifikasi potensi satuan pendidikan, identifikasi jenis keunggulan lokal, dan bagaimana melakukan kerja sama dengan instansi lain.

A. Strategi Pelaksanaan PBKL di SMA

Program Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal di SMA merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh sekolah. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang tertuang pada PP 19 Tahun 2005 BAB III pasal 14 ayat (2) yang menyatakan bahwa pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, pendidikan kelompok matapelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan kelompok mata pelajaran estetika atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani,olah raga dan kesehatan; dan ayat (3) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. Oleh karena itu  PBKL dapat diselenggarakan melalui tiga cara, yaitu pengintegrasian dalam mata pelajaran yang relevan, muatan lokal, dan mata pelajaran keterampilan.

1.      Pengintegrasian dalam Mata Pelajaran

Bahan kajian keunggulan lokal dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran tertentu yang relevan dengan SK/KD mata pelajaran tersebut. Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan mengkaji SK/KD mata pelajaran yang terkait dihubungkan dengan hasil analisis keunggulan lokal. Hasil pengkajian SK/KD tersebut dituangkan pada penyempurnaan silabus dan RPP. Kemudian dibuat bahan ajar cetak dan bahan ajar ICT  yang mengintegrasikan PBKL pada mata pelajaran yang relevan. Pola pengintegrasian PBKL pada mata pelajaran dapat dilakukan melalui tahapan berikut ini.

a.       Melaksanakan identifikasi SK/KD yang telah ada dihubungkan dengan hasil analisis keunggulan lokal, sehingga terpilih beberapa konsep pada mata pelajaran yang relevan.

b.      Menyempurnakan Silabus mata pelajaran pada konsep yang terpilih berdasarkan hasil identifikasi SK/KD yang dihubungkan dengan keunggulan lokal.

c.       Menyempurnakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) setiap mata pelajaran pada SK/KD yang terpilih.

d.      Membuat bahan ajar (modul,LKS dll) atau bahan ajar mata pelajaran yang mengintegrasikan PBKL dan berbasis ICT (information Communication Teknology).

e.       Membuat bahan/perangkat ujian dari konsep yang  telah terpilih pengintegrasian PBKL-nya.

2.      Mata Pelajaran Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Kajian mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan. Untuk itu terlebih dahulu harus disusun SK/KD, silabus dan Rencana Pembelajaran yang memungkinkan setiap satuan pendidikan dapat menyelenggarakan pembelajaran muatan lokal.  Contoh : Muatan Lokal anyaman

  1. Mata Pelajaran Keterampilan.

Strategi ini digunakan untuk menyajikan materi atau substansi keunggulan lokal secara berdiri sendiri, bukan terintegrasi dengan mata pelajaran. Dengan demikian SK/KD dapat menggunakan mata pelajaran keterampilan  sesuai dengan bahan ajar/substansi keunggulan lokal yang diselenggarakan. Apabila SK/KD yang tersedia tidak relevan dengan bahan ajar/substansi program keunggulan lokal, maka satuan pendidikan dapat mengembangkan sendiri SK/KD yang sesuai dengan kebutuhan.

B.  Identifikasi Kondisi dan Kebutuhan Daerah

Kegiatan identifikasi ini dilakukan untuk mendata dan menelaah berbagai kondisi dan kebutuhan daerah. Data dapat diperoleh dari berbagai pihak yang terkait seperti Pemerintah Daerah tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, dan Dunia Usaha/Industri. Kondisi daerah dapat ditinjau dari potensi daerah yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, dan kekayaan alam. Kebutuhan daerah dapat diketahui antara lain dari:

1.    Rencana pembangunan daerah, termasuk prioritas pembangunan daerah, baik pembangunan jangka pendek, pembangunan jangka panjang, maupun pembangunan berkelanjutan (sustainable development);

2.    Pengembangan ketenagakerjaan termasuk jenis-jenis kemampuan dan keterampilan yang diperlukan;

3.    Aspirasi masyarakat mengenai konservasi alam dan pengembangan daerah.

Pengumpulan data untuk identifikasi kondisi dan kebutuhan daerah dapat dilakukan melalui wawancara atau pemberian kuesioner kepada responden. Data yang dikumpulkan oleh sekolah meliputi :

1.    Kondisi sosial (hubungan kemasyarakatan antar-penduduk, kerukunan antarumat beragama, dsb.);
2.    Kondisi ekonomi (mata pencaharian penduduk, rata-rata penghasilan, dsb.)
3.    Aspek budaya (etika sopan santun, kesenian daerah, bahasa yang banyak digunakan, dsb.);
4.    Kekayaan alam (pertambangan, perikanan, perkebunan, dsb.)
5.    Makanan khas daerah (tempuyak.ikan asin air tawar,wadi dll);
6.    Prioritas pembangunan daerah (pendidikan, kesehatan, pertanian, perkebunan,  pengentasan kemiskinan, dsb.);
7.    Kepedulian masyarakat akan konservasi dan pengembangan daerah;
8.    Jenis-jenis kemampuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menunjang kebutuhan daerah (sebagai kota jasa, kota perdagangan, dan kota pariwisata), seperti kemampuan berbahasa asing, keterampilan komputer, dll.

C.  Identifikasi Potensi Satuan Pendidikan

Kondisi satuan pendidikan baik negeri maupun swasta di berbagai daerah sangat bervariasi. Oleh karena itu, untuk menentukan program PBKL yang akan dilaksanakan, setiap satuan pendidikan harus melakukan identifikasi terhadap potensi masing-masing. Kegiatan ini dilakukan untuk mendata dan menganalisis daya dukung yang dimiliki. Kegiatan yang dilaksanakan adalah analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang ditekankan pada kebutuhan peserta didik yang  harus memperhatikan:

1.    lingkungan, sarana dan prasarana,
2.    ketersediaan sumber dana,
3.    sumber daya manusia (pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik),
4.    dukungan Komite Sekolah dan masyarakat setempat,
5.    dukungan unsur lain seperti dunia usaha/industri,
6.    kemungkinan perkembangan sekolah.

D.  Identifikasi Jenis Keunggulan Lokal

Berdasarkan kajian beberapa sumber, maka dapat dipilih/ditentukan jenis program keunggulan lokal yang memungkinkan untuk dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan potensi pendidik dari satuan pendidikan. Penentuan jenis muatan lokal didasarkan pada kriteria berikut:

1.    kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik (fisik, psikis, dan sosial);
2.    ketersediaan pendidik yang diperlukan;
3.    ketersediaan sarana dan prasarana;
4.    ketersediaan sumber dana;
5.    tidak bertentangan dengan agama dan nilai luhur bangsa;
6.    tidak menimbulkan kerawanan sosial dan keamanan;
7.    diperlukan oleh lingkungan sekitar.

Berbagai jenis keunggulan Lokal yang dapat dikembangkan di Barito Timur misalnya:

1.    Kesenian daerah;
2.    Tata busana, tata boga, perawatan tubuh, dan sejenisnya;
3.    Kewirausahaan, industri kecil (penyiapan, produksi, dan pemasaran);
4.    Pendayagunaan potensi hutan;
5.    Lingkungan hidup (pengelolaan dan pelestarian);
6.    Pembinaan karakter (etika dan pemberian layanan prima);


E.  Kerjasama dengan Unsur Lain

Pengembangan program PBKL di sekolah bukanlah pekerjaan yang mudah. Oleh karena itu, satuan pendidikan harus mempersiapkan berbagai hal untuk memperlancar pengembangan keunggulan Lokal yang akan dilaksanakan pada satuan pendidikan masing-masing.  Sekolah dan komite sekolah mempunyai wewenang penuh dalam menentukan program PBKL  yang akan dilaksanakan. Tim pengembang kurikulum yang sudah dibentuk di setiap satuan pendidikan, bertanggung jawab dalam pengembangan PBKL. Dalam hal ini, perlu dipertimbangkan pula masukan dari guru yang akan mengampu mata pelajaran Muatan Lokal, Keterampilan atau mata pelajaran lain yang relevan. Di samping itu, satuan pendidikan perlu menjalin kerjasama dengan unsur-unsur lain, seperti Tim Pengembang Kurikulum tingkat Provinsi/ Kabupaten, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Perguruan Tinggi, dan instansi/lembaga lain misalnya dunia usaha/industri, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Pendidikan Luar Sekolah (PLS) dan Dinas lain yang terkait. Dalam kerjasama ini masing-masing unsur memiliki peran, tugas, dan tanggung jawab tertentu.

1.    Peran, tugas, dan tanggung jawab tim pengembang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam pengembangan PBKL secara umum adalah sebagai berikut:

a.    Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah;
b.    Mengidentifikasi potensi  sumber daya yang ada di satuan pendidikan;
c.    Mengidentifikasi jenis keunggulan lokal yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi peserta didik dan satuan pendidikan;
d.   Menentukan jenis program PBKL yang akan dilaksanakan;
e.    Menyusun SK, KD dan Silabus Muatan Lokal dan mata pelajaran Keterampilan apabila SK/KD yang ada tidak relevan.

2. Peran Tim Pengembang Kurikulum tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, dan LPMP adalah memberikan bimbingan teknis dalam:

a.    mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah;
b.    mengidentifikasi potensi  sumber daya yang ada di satuan pendidikan;
c.    mengidentifikasi jenis program PBKL yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi peserta didik dan satuan pendidikan;
d.   menentukan jenis dan prioritas program yang akan dilaksanakan;
e.    menyusun SK, KD, dan Silabus Muatan Lokal dan mata pelajaran keterampilan;
f.    memilih alternatif metode pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan jenis program;
g.    mengembangkan penilaian yang tepat untuk program PBKL yang dilaksanakan.

3.    Peran pemerintah daerah tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota secara umum adalah:

a.    memberi informasi mengenai potensi daerah yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, kekayaan alam, dan sumber daya manusia di wilayah lingkungan satuan pendidikan yang bersangkutan, serta prioritas pembangunan daerah di berbagai sektor yang dikaitkan dengan sumber daya manusia yang dibutuhkan;
b.    memberi gambaran mengenai kemampuan dan keterampilan yang diperlukan pada sektor-sektor tertentu;
c.    memberi sumbangan pemikiran, pertimbangan, dan bantuan dalam menentukan prioritas program PBKL sesuai dengan nilai-nilai dan norma setempat.

4.    Peran instansi/lembaga lain seperti dunia usaha/industri, SMK, PLS, dan Dinas terkait secara umum adalah:

a.    memberi informasi mengenai kompetensi yang harus dikuasai peserta didik untuk PBKL yang diprogramkan;
b.    memberi masukan dan atau contoh SK, KD, dan silabus yang dapat diadaptasi untuk muatan lokal dan keterampilan di SMA;
c.    memberi fasilitas kepada peserta didik untuk berkunjung/belajar/praktik di tempat tersebut guna memantapkan kemampuan/keterampilan yang didapat dalam program PBKL.


F. Pelaksanaan Penilaian Program PBKL

Penilaian bertujuan untuk memperoleh informasi tentang pencapaian dan kemajuan belajar peserta didik pada setiap Kompetensi Dasar (KD). Penilaian ini mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik  sesuai dengan jenis keunggulan lokal yang dilaksanakan oleh sekolah. Hasil penilaian digunakan sebagai dasar untuk menentukan peserta didik yang boleh melanjutkan ke materi pelajaran berikutnya dan peserta didik yang perlu mendapat layanan perbaikan/remedial.

Pelaksanaan Penilaian Program Pembelajaran PBKL disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran pendidikan keunggulan lokal yang dilaksanakan sebagai berikut, apabila:

1.      terintegrasi dalam mata pelajaran, maka penilaiannya menyatu dengan SK dan KD mata pelajaran yang terkait.

2.      menjadi mata pelajaran keterampilan, maka  penilaiannya  dilakukan secara mandiri sesuai dengan jenis program yang diselenggarakan.

3.      menjadi muatan lokal, maka  penilaiannya  dilakukan secara mandiri sesuai dengan jenis program yang diselenggarakan, sama halnya seperti pada mata pelajaran keterampilan.

Penilaian hasil belajar peserta didik harus mendorong peserta didik untuk belajar  yang lebih baik.  Prinsip penilaian yang  digunakan adalah seperti berikut ini.

1.   Sahih, yakni penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
2.   Objektif, yakni penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
3.   Adil, yakni penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik  karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
4.   Terpadu, yakni penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen kegiatan pembelajaran.
5.   Terbuka, yakni prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
6.   Menyeluruh dan berkesinambungan, yakni penilaian mencakup semua aspek   kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.
7.  Sistematis, yakni penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Untuk mewujudkan PBKL pada suatu sekolah diperlukan kerjasama dengan stakeholder dan secara terus menerus melakukan evaluasi untuk mengembangkan potensi daerah. Bukan tidak mustahil sebuah keunggulan lokal jika dikemas secara profesional akan mengangkat nama daerah ke tingkat nasional bahkan internasional.

Saran

Diperlukan kajian yang lebih mendalam dan kebersamaan antara sekolah, masyarakat, pemerintah daerah untuk keberhasilan pelaksanaan PBKL

REFERENSI

Anonim, 2003. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

_________. http://mjieschool.multiply.com/journal/item/16/ANALISIS_PROGRAM_KEUNGGULAN_LOKAL_YANG_DAPAT_DISELENGGARAKAN_OLEH_SMA_MUJAHIDIN: diakses tanggal 19 September 2010

Dwigatama, Dedi . 2007. http://dewanpendidikan.wordpress.com/2007/05/03/model-kurikulum-keunggulan-lokal/: diakses tanggal 19 September 2010

Gultom,Syawal.   http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=22233:pendidikan-berbasis-keunggulan-lokal&catid=25:artikel&Itemid=44

Santosa, Budi. 2009 . http://budies.wordpress.com/2009/11/13/bartim-canangkan-penggunaan-produk-pangan-lokal/ : diakses tanggal 19 September 2010

Santosa, Budi 2008. http://budies.wordpress.com/2008/05/27/muatan-lokal/ : diakses tanggal 19 September 2010

Santosa, Budi. 2007 . http://budies.wordpress.com/2007/07/29/mulok-nephentes/ : diakses tanggal 19 September 2010

Santosa, Budi.2007.  http://budies.wordpress.com/2007/06/03/muatan-lokal-kualitas-internasional/ : diakses tanggal 19 September 2010

Santosa, Budi. 2007. http://budies.wordpress.com/2007/05/03/pendidikan-sebagai-isue-nasional/ : diakses tanggal 19 September 2010

Santosa, Budi. 2010 . http://www.budies.info/barito-timur/barito-timur-mengejar-ketertinggalan.html : diakses tanggal 19 September 2010

Sudrajad, Akhmad. 2008. http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/08/13/konsep-dasar-pendidikan-berbasis-keunggulan-lokal-pbkl/: diakses tanggal 19 September 2010

Wikipedia.2010. http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_manusia : diakses tanggal 19 September 2010

Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan mengikuti seleksi Calon Kepala Sekolah di Kab Bartim 2010

Entry filed under: pendidikan. Tags: , , , .

PUTRI SALJU KKG DEWI SARTIKA

18 Komentar Add your own

  • 1. meghamued  |  9, Oktober 2010 pukul 6:18 am

    semoga bisa menjadi kepala sekolah diKab Bartim amin

    Balas
  • 2. roby  |  9, Oktober 2010 pukul 7:32 am

    semoga bisa diterapkan maksimal bu…..

    Balas
  • 3. agnes sekar  |  16, Oktober 2010 pukul 2:07 pm

    Selamat malam Bu Siti, senang dan bangga Blogger perempuan dari Bartim bertemu di dunia maya, berbicara tentang potensi daerah lokal melalui pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelatihan dan pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi serta kemudahan akses terhadap permodalan dan informasi teknologi. Strategi lain adalah pembangunan wilayah melalui pengembangan pusat pertumbuhan dengan mengoptimalkan potensi spesifik daerah. Potensi spesifik yang dinilai memiliki nilai kompetitif dan jual yang tinggi, dikembangkan dan dipasarkan di pusat pertumbuhan. Dengan demikian, potensi spesifik yang ada di sebuah daerah dikembangkan di daerah tersebut kemudian dipasarkan di daerah disekitarnya yang memiliki kegiatan ekonomi tinggi (pusat pertumbuhan)., terima kasih share yang menarik, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

    Balas
  • 4. agnes sekar  |  16, Oktober 2010 pukul 2:09 pm

    Strategi lain adalah pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelatihan dan pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi serta kemudahan akses terhadap permodalan dan informasi teknologi. Strategi lain adalah pembangunan wilayah melalui pengembangan pusat pertumbuhan dengan mengoptimalkan potensi spesifik daerah. Potensi spesifik yang dinilai memiliki nilai kompetitif dan jual yang tinggi, dikembangkan dan dipasarkan di pusat pertumbuhan. Dengan demikian, potensi spesifik yang ada di sebuah daerah dikembangkan di daerah tersebut kemudian dipasarkan di daerah disekitarnya yang memiliki kegiatan ekonomi tinggi (pusat pertumbuhan).

    Balas
  • 5. agnes sekar  |  16, Oktober 2010 pukul 2:12 pm

    Selamat malam Bu iti,pemberdayaan masyarakat lokal dapat dilakukan melalui pelatihan dan pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi serta kemudahan akses terhadap permodalan dan informasi teknologi juga pembangunan wilayah melalui pengembangan pusat pertumbuhan dengan mengoptimalkan potensi spesifik daerah. Terima kasih postingan yang bagus.

    Balas
  • 6. agnes sekar  |  16, Oktober 2010 pukul 2:15 pm

    Strategi lain adalah pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelatihan dan pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi serta kemudahan akses terhadap permodalan dan informasi teknologi. Strategi lain adalah pembangunan wilayah melalui pengembangan pusat pertumbuhan dengan mengoptimalkan potensi spesifik daerah

    Balas
  • 7. agnes sekar  |  16, Oktober 2010 pukul 2:18 pm

    Selamat malam Bu Siti, senang bisa berkenalan dengan anda dan bangga bisa bertemu di dunia maya dg org Bartim, maaf tanggapan postingan saya sudah 6 x hilang, dn klu ini hilang lagi sementara di tunda dulu, trims ya ?

    Balas
    • 8. agnes sekar  |  17, Oktober 2010 pukul 2:20 am

      Bartim sebagai daerah yang memiliki potensi besar, seyogyana dapat mengaplikasikan konsep Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL). Luasnya Kalteng akan sangat menghambat pemerataan kualitas pendidikan. Keberadaan PBKL merupakan sebuah solusi yang mampu mengatasi hambatan tersebut terutama di tingkat (SMA). Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) di SMA adalah program pembelajaran yang diselenggarakan pada SMA sesuai dengan kebutuhan daerah, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya alam, sumber daya manusia, geografis, budaya, historis dan potensi daerah lainnya yang bermanfaat dalam proses pengembangan kompetensi sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik.

      Balas
    • 9. busiti  |  18, Oktober 2010 pukul 11:20 am

      maaf ya Bu saya masih dalam taraf belajar, semoga todak membuat Ibu jengkel

      Balas
  • 10. agnes sekar  |  17, Oktober 2010 pukul 2:26 am

    Bartim sebagai daerah yang memiliki potensi besar, seyogyana dapat mengaplikasikan konsep Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL). Luasnya Kalteng akan sangat menghambat pemerataan kualitas pendidikan. Keberadaan PBKL merupakan sebuah solusi yang mampu mengatasi hambatan tersebut terutama di tingkat (SMA). Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) di SMA adalah program pembelajaran yang diselenggarakan pada SMA sesuai dengan kebutuhan daerah, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya alam,.

    Balas
  • 11. agnes sekar  |  17, Oktober 2010 pukul 2:28 am

    Bartim sebagai daerah yang memiliki potensi besar, seyogyana dapat mengaplikasikan konsep Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL). Luasnya Kalteng akan sangat menghambat pemerataan kualitas pendidikan. Keberadaan PBKL merupakan sebuah solusi yang mampu mengatasi hambatan tersebut terutama di tingkat (SMA).

    Balas
  • 12. Fir'aun NgebLoG  |  17, Oktober 2010 pukul 11:27 pm

    Mantab bgt nich postingannya…
    moga masa depan pendidikan indonesia semakin lebih baik lagi.
    salam kenal :-)

    Balas
  • 13. budiarnaya  |  19, Oktober 2010 pukul 1:29 am

    Sungguh artikel yang luar biasa, semua lini harus mampu bekerjasama dan berinteraksi satu sama lainnya sehingga nyala itu semakin terang. sehingga kegelapan Bangsa tidak pernah terulang kembali

    Balas
  • 14. julicavero  |  19, Oktober 2010 pukul 2:06 am

    dengan demikian berarti pendidikan yg berbasis lokal sangat diperlukan guna menunjang sistem pendidikan terkini ya bu..

    Balas
  • 15. Winners Announcement « Dunia Jurnalis WmS  |  25, Oktober 2010 pukul 12:41 pm

    [...] 9. Busiti http://ampahrt12.wordpress.com [...]

    Balas
  • 16. budies  |  10, November 2010 pukul 11:39 am

    wah bagus sekali bu makalahnya

    Balas
  • 17. mahogany  |  21, Desember 2010 pukul 5:34 pm

    Saya sependapan dengan Anda, akan sangat sulit untuk di sama ratakan mengingat Indonesia terdiri dari beberapa daerah dan potensi masing masing yang dimiliki. Begitu juga dengan pendidikan dan kurikulum. Mudah mudahan yang diatas juga paham yang dibawah, bukan memaksa pahaman. Sukses selalu untuk Anda.

    Salam
    Furniture Sources

    Balas
  • 18. onlinetest | www.budies.info  |  5, Februari 2011 pukul 5:15 pm

    [...] saya mencoba menginstall webserver dan onlinetest di laptop mantan pacar yang menggunakan OS XP Karena laptop tersebut saya beri nama busiti, maka komputer lain yang akan [...]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


kesehatan blog

Forumborneo Topsites List Page Ranking Tool direktori guru indonesia - This is a brief description of my website

RSS noharaface.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Halaman

Pos-pos Terakhir


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.450 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: