Archive for Oktober, 2008

BATUBARA MEMBAWA NIKMAT…?

Beberapa tahun terakhir ini, beberapa perusahaan banyak yang berdatangan untuk berinvestasi di Kabupaten Barito Timur, khususnya di kecamatan Dusun Tengah- Ampah, dan kecamatan Raren Batuah. Yang saya tahu ada THAILINDO, Multi Tambangjaya Utama, Batubara Bandung Pratama, Pinang Coal, Jatus, JIP dan mungkin masih banyak lagi.

Secara sepintas para investor tersebut mambawa uang yang banyak untuk memiliki lahan batubara dengan membeli tanah kepada para penduduk yang lahannya kena jalur batubara. Para pendudukpun lantas mengapling tanah-tanah di hutan belantara. Yang memiliki kapling banyak lantas jadi jutawan bahkan milyader mendadak. Bayangkan saja ada seorang warga yang memiliki tanah hingga 400 kapling dengan luas satu kapling sekitar 2 ha. kemudian investor bersedia membeli tanah satu hektar 20–75 juta. Banyak ya.. duitnya.

Tidak sedikit yang menawarkan kepada saya untuk memiliki kapling tanah di hutan, dengan cukup mengganti ongkos tebas sekitar 1 -5 juta. Sementara sebagai guru, saya sering memberitahukan kepada para siswa untuk:

-ikut melestarikan alam,

-jangan gegabah untuk menjual tanah,

-jangan menjadi tuan tanah karena hak warga untuk memiliki tanah hanya 2 hektar,

-jangan merusak hutan,

-hutan kita adalah paru-paru dunia, lihat kalimantan selatan sekarang sering dilanda banjir karena hutan habis dibabat tanpa reklamasi. Apakah kita akan menjadi bagian yang merusak hutan?

Saya tentu sangat bimbang ketika sebagian teman-teman pada memiliki kapling, anak saya juga bertanya, : “mengapa gak ikut beli kapling?” tahun depan kita bisa beli mobil atau bisa naik haji atau bisa beramal ke panti asuhan atau bisa membangun masjid. Saya hanya diam karena tak bisa memberi jawaban karena antara hati nurani dengan keadaan sangatlah bertentangan. Disisi lain pingin kaya, pingin banyak uang, pingin naik haji. Namun disisi lain nunjauh di relung hati berkata “Haruskah kita beribadah dengan cara ikut merusak hutan? haruskah kita sekarang bisa naik haji lantas anak cucu kita nanti tinggal dipengungsian karena banjir?”. BENARKAH BATUBARA MEMBAWA NIKMAT?

7, Oktober 2008 at 4:39 pm 17 komentar

LEBARAN, PESTA KEMENANGAN PESTA PELANGGARAN

Siapa yang tak senang jika malam takbiran telah datang sebagai pertanda esok hari adalah hari raya. Dalam meluapkan kegembiraan ada bermacam-macam cara. Ada yang mengumandangkan takbir di langgar-langgar, mushola ataupun masid dengan khidmad, ada yang menggunakan pengeras suara hingga larut malam. Namanya juga menyambut pesta, Ya.. terserah gua. Inikan pesta kemenangan.

Lebih tidak bagus lagi ada yang dengan bangga menyalakan petasan, kembang api hingga menggangu ketenangan orang istirahat. bahkan kekusyu’an orang bertakbir. Saya berpikir kalau petasan dengan bom itu sodara kandung, teroris dan bom itu bagaikan baju dengan kancingnya. Teroris tanpa bom kurang keren, teroris tanpa menggangu orang lain kurang afdol. Lantas apa hubungannya antara kembang api – petasan – bom – teroris – lebaran – umat Islam..? Inimah urusan orang menilai.

kalau orang bilang Islam itu teroris, buktinya memang dari kecil sudah diajari main petasan, mengganggu orang lain. kalau petasan seberat 5 kg ditambah paku, potongan besi dan benda-benda tajam lainnya lalu di ledakkan di kandang sapi, mungkin kita tinggal bawa tusuk untuk membuat sate sapi. Masalahnya kenapa mesti pakai petasan, kegaduhan, kebut-kebutan? Jawabnya ya terserah gua, ini kan pesta kemenangan.

Tidak adakah cara yang lebih santun, indah dan khusyu’. Itu hanya terjadi di planet sono, bukan di sini

1, Oktober 2008 at 5:52 pm 2 komentar


kesehatan blog

RSS nohanarum.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS artikel teknologi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Halaman

Sosial