BATUBARA MEMBAWA NIKMAT…?

7, Oktober 2008 at 4:39 pm 17 komentar

Beberapa tahun terakhir ini, beberapa perusahaan banyak yang berdatangan untuk berinvestasi di Kabupaten Barito Timur, khususnya di kecamatan Dusun Tengah- Ampah, dan kecamatan Raren Batuah. Yang saya tahu ada THAILINDO, Multi Tambangjaya Utama, Batubara Bandung Pratama, Pinang Coal, Jatus, JIP dan mungkin masih banyak lagi.

Secara sepintas para investor tersebut mambawa uang yang banyak untuk memiliki lahan batubara dengan membeli tanah kepada para penduduk yang lahannya kena jalur batubara. Para pendudukpun lantas mengapling tanah-tanah di hutan belantara. Yang memiliki kapling banyak lantas jadi jutawan bahkan milyader mendadak. Bayangkan saja ada seorang warga yang memiliki tanah hingga 400 kapling dengan luas satu kapling sekitar 2 ha. kemudian investor bersedia membeli tanah satu hektar 20–75 juta. Banyak ya.. duitnya.

Tidak sedikit yang menawarkan kepada saya untuk memiliki kapling tanah di hutan, dengan cukup mengganti ongkos tebas sekitar 1 -5 juta. Sementara sebagai guru, saya sering memberitahukan kepada para siswa untuk:

-ikut melestarikan alam,

-jangan gegabah untuk menjual tanah,

-jangan menjadi tuan tanah karena hak warga untuk memiliki tanah hanya 2 hektar,

-jangan merusak hutan,

-hutan kita adalah paru-paru dunia, lihat kalimantan selatan sekarang sering dilanda banjir karena hutan habis dibabat tanpa reklamasi. Apakah kita akan menjadi bagian yang merusak hutan?

Saya tentu sangat bimbang ketika sebagian teman-teman pada memiliki kapling, anak saya juga bertanya, : “mengapa gak ikut beli kapling?” tahun depan kita bisa beli mobil atau bisa naik haji atau bisa beramal ke panti asuhan atau bisa membangun masjid. Saya hanya diam karena tak bisa memberi jawaban karena antara hati nurani dengan keadaan sangatlah bertentangan. Disisi lain pingin kaya, pingin banyak uang, pingin naik haji. Namun disisi lain nunjauh di relung hati berkata “Haruskah kita beribadah dengan cara ikut merusak hutan? haruskah kita sekarang bisa naik haji lantas anak cucu kita nanti tinggal dipengungsian karena banjir?”. BENARKAH BATUBARA MEMBAWA NIKMAT?

Entry filed under: relung. Tags: , , , , , , , , .

LEBARAN, PESTA KEMENANGAN PESTA PELANGGARAN coba saja

17 Komentar Add your own

  • 1. jiji  |  16, November 2008 pukul 8:19 am

    mungkin pendapat anda itu benar, namun apa yang anda bisa lakukan untuk ikut melestarikan hutan… apakah dengan tidak ikut mengapling tanah di hutan… kegiatan tambang berhenti..? kan tidak to.., yang pasti apapun sikap anda, kegiatan tambang tetap berjalan…., selama para pemikir negara dan rakyatnya menginjinkan investor mengerjakannya.

    Balas
  • 2. budi  |  16, November 2008 pukul 2:21 pm

    betul juga ya…ah ikutan beli tanah sajalah.. anak cucu urusan nanti

    Balas
  • 3. dwi  |  25, November 2008 pukul 8:11 am

    kalau anda mau beli kapling boleh ikutan Pak ya… ntar klo pas ke tamianglayang saya tak mampir Pak…. salam kenal. Bapak tetep harus jadi teladan buat murid2 bapak.

    Balas
  • 4. Ahmad Azhar  |  5, Februari 2009 pukul 12:42 pm

    Kalau ada kesempatan untuk beli kapling, beli aja dan masalah ikut menjaga kelestarian hutan sudah tanggung jawab dinas pertambangan. Dan untuk menambah usaha sampingan kami ada bisnis jadi agen pulsa elektrik, dengan modal cuma Rp. 200.000,- untuk semua operator. jelasnya buka http://www.duta4future.com Used ID : DBS415791, Pasword : SUKSES, informasi hub. HP. 0852 5176 0128

    Balas
  • 5. di2kariadi  |  8, Februari 2009 pukul 8:15 am

    hohohohoho……………… menarik juga ya bu…. betul sekali bu… tiba2 banyak warga yang datang ke TANJUNG, dengan selembar cek… pencairan ganti Rugi lahan… (bukannya ganti Untung…)ini cerita sebenarnya bu… kakak saya kebetulan tinggal di desa… di daerah Malintut… di daerah Dusun Tengah… sekitar 45 menit dari ampah…dia gak punya lahan… tapi sering bantu perangkat desa membuatkan SKT… katanya lumayan… apalagi harga karet saat ini anjlok… kadang saya juga berpikir… saat ini begitu nayak Tanah masyarakat yang di jual… 10-15 tahun kedepan… akan lebih banyak masyarakat diwilayah Dusun tengah yang kehilangan lahan… dan perlahan akan menjadi pekerja perusahaan… akan banyak juga nantinya sosial kultur masyakarat yang akan bergeser… saya pernah bertanya dengan tokoh masyarakat di Ampah… dulunya tanah Ampah (sekitar pasar Ampah) milik orang2 dayak lawangan dan maanyan, serta Dusun… setelah sekian lama, bergeser kepemilikannya ke orang2 banjar/hulu sungai karena dijadikan pusat perdagangan di sekitar kec. Dusun tengah… nah nantinya di daerah2 akan lebih dikuasai oleh Perusahaan… tidak hanya hutan yang akan di korbankan… sosial budaya, pertanian, dan saya pikir aspek kehidupan yang lainnya pun nanti akan beralih secara perlahan…. Bukan berarti saya juga antipati dengan pertambangan… namun saya pikir…wilayah DUSUN TENGAH dan BARTIM umumnya… lebih mempunyai potensi perkebunan dan pertanian…akan lebih menyentuh semua lapisan masyarakat ketimbang pertambangan… bagai BOM waktu yang timernya dipasang sangat lama sekali untuk akhirnya meledak…

    Balas
  • 6. budisan68  |  20, Februari 2009 pukul 6:03 am

    daftar saja di sini rame-rame
    $6.00 Welcome Survey After Free Registration!

    Balas
  • 7. IRENG  |  2, Maret 2009 pukul 2:42 am

    ayo rame2 kita sikat hutan…

    Balas
  • 8. Jhoess  |  31, Maret 2009 pukul 7:28 am

    Secara perorangan kegiatan pertambangan tdk bisa dihentikan, karena semuany atas izin yg berwenang. Hutan memang sangat penting, tp secara nyata uang adalah sangat penting. Kab. Kita td mungkin hidup tanpa pendapatan jg, jd mau apa lg kita…

    Balas
  • 9. tawaw  |  8, Desember 2009 pukul 5:14 pm

    batu wara

    Balas
  • 10. bayu putra  |  14, Desember 2009 pukul 7:54 am

    betul..betul..betul… bu saya sangat tidak suka sekali semenjak adanya perusahaan batu bara memang sih hampir 50% pengangguran di ampah berkurang karena sebagian mejadi karyawan di prusahaannya tetapi dampak kedepan sangat buruk..dan memberli keplingan tanah itu bu bagaikan membeli kucing dalam karus…tanahnya nggak tau di mana sertifikat nggak ada cuman adanya SKT aja 1 SKT di jual 1 juta sampe 2 juta (membeli barang yg tak tahu bentuk dan letaknya)…pendapat aja bu…salam.

    Balas
  • 11. EnSApU turis  |  3, Mei 2010 pukul 3:10 pm

    Saat ini perkebunan di turan amis terancam masuknya perusahan Bat-Bar.kalau Bat-Bar masuk..,rusak2 pada…..!!!

    Balas
  • 12. putra saing  |  6, Maret 2012 pukul 9:43 am

    apa sih bedanya tambang dgn ilegal logging,tu pemerintah dgn gencar nya memberantas ilegal logging sampai keakar2 padahalnya tambang lebih parah merusak alam.sampai2 sekarang hutan alami.coba warga bartim sadar mulai 2 tahun kedepan kita tidak ada mendengar suara kicau burung dan suara tulumpiau juga tidak ada tempat kita berburu/.sekian

    Balas
  • 13. satria gumilang  |  7, Januari 2013 pukul 3:49 pm

    Batu Bara jelas membawa nikmat,tapi harus berpegang kepada AMDAL dan CSR(CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY)..Penerapannya ibarat sebuah pilihan ada pro dan kontra..yang jelas posisi tambahan adalah Lurah/Kades,Camat,Bupati,dan Dinas Pertambangan..Sehingga ada kesinambungan dan tetap love nature.

    Balas
  • 14. satria gumilang  |  7, Januari 2013 pukul 3:54 pm

    Ingat tambang banyak manfaatnya,yang mengakibatkan dampak buruk adalah eksplorasi yang tidak dijaga ketat..Pecat saja instansi terkait,dan dinas yang berwenang dibidang itu tidak becus melakukan tugas..Tidak ada yang perlu ditakutkan asal tetap dalam aturan.PerusahaanDinas TerkaitPemerintah.

    Balas
  • 15. Minau  |  26, Mei 2013 pukul 10:12 pm

    Membawa petaka pastinya

    Balas
  • 16. celine boston bag online shop  |  28, Juni 2013 pukul 9:46 pm

    Really nice style and design and superb content , very little else we require : D.

    Balas
  • 17. celine phantom luggage tote  |  28, Juni 2013 pukul 9:49 pm

    hi!,I really like your writing so so much! proportion we communicate more approximately your article on AOL? I require a specialist in this house to solve my problem. May be that’s you! Taking a look ahead to see you.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


kesehatan blog

Klik tertinggi

  • Tak ada

Laman

Sosial


%d blogger menyukai ini: