ANAK MASA DEPAN

25, Desember 2009 at 12:52 am 5 komentar

Anak-anak kita adalah anak masa depan. bukan anak masa lalu. Memang sekarang ada karena masa lalu, namun bukan berarti anak kita harus mengalami hal yang sama apa yang kita alami dulu.

Dalam memberi nasihat kepada anak sering kita menggunakan kalimat-kalimat yang andalan masa lalu, seperti:

Dulu ibumu itu kalau sekolah jalan kaki, kamu kok aneh-aneh minta sepeda segala.

Dulu bapakmu kalau sekolah gak pernah bawa uang, sarapan sudah cukup. gak perlu minta uang jajan…sana sekolah!

Dulu bapakmu gak pernah minta internet, kok ya bisa jadi guru. Mau jadi apa kamu?!

Banyak sekali kalimat-kalimat lain yang tidak relevan lagi, tapi beberapa orang tua masih saja memaksakan kehendak untuk menjadi anak seperti bapakmu dulu. Padahal zaman telah berubah, transportasi alat komunikasi metode telah mengalami banyak perubahan.

Ternyata jadi orangtua juga harus mengikuti perkembangan zaman. Tidak boleh hanya membanggakan masa lalu. Anak harus dipersiapkan untuk bisa mengikuti seleksi alam karena mereka adalah harapan orangtua di masa depan.

Ada yang punya pendapat lain? silakan tinggalkan komentar panjang lebar. untuk masa depan anak-anak kita semua. terima kasih

Entry filed under: curhat. Tags: , , , , .

SANG PEMIMPI SMS PENIPUAN PALESTINA

5 Komentar Add your own

  • 1. Hairullah  |  27, Desember 2009 pukul 10:07 am

    Hahaha.., ternyata bapakmu itu pak budi……

    Balas
  • 2. bayu putra  |  29, Desember 2009 pukul 1:34 pm

    ahh ibu bisa aja, kalau menurut saya bu … asalkan ada dananya dan kegunaannya untuk yg positif dan demi kemajuan Anak supaya pintar kenapa tidak…
    itu menurut saya bu yah….
    sebab Bapak dan Ibu saya dulu apa yg Saya mau yah itu Demi Kuliah saya mereka rela melakukan apa aja bahkan menyadap karet…semua tergantung dana dan tujuannya aja heee

    Balas
  • 3. akhta  |  29, Januari 2010 pukul 7:38 pm

    Tanpa mengurangi rasa cinta pada orang tua saya, saya menceritakan pengalaman saya yang mirip dengan ulasan ibu diatas dengan diri saya. Saya pernah pingin punya gitar tapi oleh orang tua saya tidak direstui sehingga saya belajar main gitar diluar rumah yang tentu saja akhirnya saya bisa tapi tidak mahir.
    Saya pernah pingin ikut kursus elektro dan komputer, sudah daftar pada lembaga kursus namun dibatalkan sepihak oleh bapak saya tanpa penjelasan. Saya bisa servis dan sedikit tahu tentang komputer karena belajar mandiri. Dengan belajar mandiri saya mampu membuka toko komputer dan menjadi konsultan IT bagi pemda Mojokerto, Jombang dan Polwiltabes Surabaya meskipun ilmu saya pas-pasan. Seandainya pada saat itu…, ah yang lalu tidak perlu disesali.
    Saya pernah pingin ikut pelatihan mesin di BLK namun tidak direstui oleh lagi-lagi bapak saya. Bapak saya takut saya jadi tukang bengkel, katanya. Lagi-lagi saya belajar mesin secara otodidak dan mesin vespa saya, saya bongkar sendiri dan setting buat ikut roadrace kelas vespa piala walikota th 1994. Hasilnya saya juara 2. Seandainya…, ah lagi-lagi gak boleh nyesel, harus bersukur.
    Kini saya nggak mau seperti orang tua saya dulu. Setiap keinginan anak saya asalkan positif dan dapat saya jangkau secara materi akan saya usahakan mati-matian. Toh, kalo saya mati gak bawa duit.Lebih baik uang saya habis tp segala keinginan positif anak saya akan saya penuhi. Bukan itu saja, seandainya saya tidak dapat memenuhi keinginannya, akan saya ajak rembukan bagaimana mencari jalan keluar atas permintaannya. Semoga komitmen saya akan selalu saya ingat.
    Terima kasih atas tempat yg ibu sediakan untuk saya berbagi.

    Balas
  • 4. Hendra  |  16, April 2010 pukul 2:47 pm

    kalo menurut saya sebagai anak,, emang benar masa dulu dengan sekarang berbeda. g bisa disamakan dengan jaman dulu.

    Balas
  • 5. UGM menerimaku!  |  30, Mei 2010 pukul 1:31 pm

    […] kasih buat semua yang sudah dukung aku, buat Bapak, Ibu, Mr. Akhta, lik Bejo, Mr. Yusami, Bunda Nohara yang tak pernah berhenti memberi dukungan, […]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


kesehatan blog

Klik tertinggi

  • Tak ada

Laman

Sosial


%d blogger menyukai ini: