Tonton “Pemandian di Rawen Buntok” di YouTube

Iklan

13, Juli 2018 at 9:04 pm Tinggalkan komentar

Hidup Seperti Uap

puisi karya WS Rendra dibacakan pada peringatan Isra’ Mi’raj di SMAN 1 Dusun Tengah 4 April 2018, bukan puisi kontroversi.

4, April 2018 at 12:41 pm Tinggalkan komentar

POLA ASUH DAN DAMPAKNYA BAGI PERKEMBANGAN ANAK DAN REMAJA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemajuan teknologi dan informasi pada era globalisasi seperti sekarang membawa berbagai dampak pada kehidupan masyarakat, baik yang positif maupun yang negatif. Dampak positif misalnya dapat dilihat pada perkembangan teknologi yang semakin canggih sehingga mempermudah seseorang untuk memperoleh berbagai informasi yang tidak terbatas. Informasi dapat berupa hiburan, pengetahuan dan teknologi, yang diperoleh dan berbagai cara seperti : TV, Video, Film-Film, Internet dan sebagainya. Kemudahan informasi memang memuaskan keingintahuan kita serta dapat mengubah nilai dan pola hidup seseorang, termasuk sikap orang tua terhadap anaknya dan pola asuh yang diterapkan dalam mendidik anak.
Sedangkan dampak negatif yang ditakuti adalah gaya hidup yang lebih menonjolkan sifat individualistik dan kebebasan, yang kemudian menimbulkan banyak masalah psikososial pada remaja seperti penyalah gunaan narkotika dan obat terlarang, perilaku seks bebas dan menyimpang, kriminalitas anak, perkelahian masal (tawuran), sehingga banyak mengakibatkan kegagalan pendidikan, atau kegagalan dibidang lain.
Bagaimana orangtua menyikapi semua informasi dan pengaruh asing itu agar tidak berdampak buruk adalah dengan menyaring informasi apa yang berguna yang patut dicontoh dan apa yang dapat merugikan yang harus dijauhinya. Kepandaian anak dan remaja dalam menyiasati hal tersebut tentu tidak lepas dan peran orang tua dalam memberikan pola asuh dan pendidikan yang tepat bagi anak- anaknya.
Anak merupakan masa depan keluarga bahkan bangsa oleh sebab itu perlu dipersiapkan agar kelak menjadi manusia yang berkualitas, sehat, bermoral dan berguna bagi dirinya, keluarga dan bangsanya. Sehingga perlu dipersiapkan sejak dini agar mereka mendapatkan pola asuh yang benar saat mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Pola asuh yang baik menjadikan anak berkepribadian kuat, tak mudah putus asa, dan tangguh menghadapi tekanan hidup. Berdasarkan kondisi tersebut saya menyusun makalah yang berjudul : “ Bentuk Pola Asuh Dan Dampaknya Bagi Perkembangan Anak dan Remaja”.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah :
1. Apa definisi anak dan pola asuh anak ?
2. Apa saja bentuk pola asuh orangtua terhadap anak ?
3. Apa saja dampak dari masing-masing pola asuh tersebut terhadap anak ?
4. Apa pola asuh seharusnya yang menjadi pilihan orangtua terhadap anak ?

1.3 Tujuan
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah :
1. Memahami definisi anak dan pola asuh anak.
2. Memahami bentuk pola asuh orangtua yang diterapkan pada anak.
3. Mengetahui dampak dari masing-masing pola asuh tersebut terhadap anak.
4. Memilih pola asuh yang seharusnya diterapkan orangtua terhadap anak.

1.4 Manfaat
Memberi wawasan pengetahuan kepada orangtua dan sebagai media untuk mengingatkan orangtua melalui PKK dalam menentukan pilihan yang bijaksana tentang pola asuh mana yang seharusnya diterapkan orang tua bagi perkembangan anak.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
2.1.1 Definisi Anak
Anak secara umum adalah seorang yang dilahirkan dari perkawinan anatar seorang perempuan dengan seorang laki-laki. Dalam Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan.
Anak juga merupakan cikal bakal lahirnya suatu generasi baru yang merupakan penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber daya manusia bagi pembangunan Nasional. Anak adalah asset bangsa. Masa depan bangsa dan Negara dimasa yang akan datang berada ditangan anak sekarang. Semakin baik keperibadian anak sekarang maka semakin baik pula kehidupan masa depan bangsa, sebaliknya.

2.1.2 Definisi Pola Asuh
Pengertian pola asuh anak dalam keluarga bisa ditelusuri dari pedoman yang dikeluarkan oleh Tim Penggerak PKK Pusat (1995), yakni : usaha orang tua dalam membina anak dan membimbing anak baik jiwa maupun raganya sejak lahir sampai dewasa (18 tahun).
Tujuan utama orang tua dalam mengasuh anak adalah sama yaitu untuk mempengaruhi, mengajari dan mengontrol anak agar kepribadian anak dapat berkembang dengan baik dan ketika dewasa menjadi orang yang mandiri dan bertanggung jawab.

2.2 Macam Bentuk Pola Asuh Orangtua dan Dampaknya Terhadap Anak.
Empat Macam Pola Asuh yang biasanya diterapkan orangtua menurut Baumrind (dalam Syamsu Yusuf, 2005) :
1. Pola Asuh Demokratis
Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang bercirikan adanya hak, dan kewajiban, orang tua dan anak adalah sama dalam arti saling melengkapi. Anak dilatih untuk bertanggung jawab dan menentukan perilakunya sendiri agar dapat berdisiplin. Pola asuh demokratis mendorong remaja untuk bebas tetapi tetap memberikan batasan dan mengendalikan tindakan-tindakan mereka.
Orangtua memiliki kontrol yang tinggi dalam kehidupan anak, namun hubungannya dengan anak sangatlah hangat. Dalam pola asuh ini, orangtua membuat aturan, bersikap tegas namun fleksibel, memberikan dukungan, dan melatih anak untuk mengatur dirinya sendiri.
Orangtua biasanya menentukan peraturan dan disiplin dengan memperhatikan dan mempertimbangkan alasan – alasan yang dapat diterima, dipahami dan dimengerti oleh anak. Memberikan pengarahan tentang perbuatan baik yang perlu dipertahankan dan yang tidak baik agar ditinggalkan. Memberikan bimbingan dengan penuh pengertian. Dapat menciptakan keharmonisan dalam keluarga dan dapat menciptakan suasana komunikatif antara orang tua dan anak serta sesama keluarga.
Dampak pola asuh demokratis akan menghasilkan karakteristik anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman-temannya, mampu menghadapi stress, bebas berkreasi dan mengekplorasi berbagai hal, ceria, menyenangkan, cerdas, dan percaya diri.
2. Pola Asuh Otoriter
Pola asuh otoriter adalah pengasuhan yang kaku, diktator dan memaksa anak untuk selalu mengikuti perintah orang tua tanpa banyak alasan, biasanya ditemukan penerapan hukuman fisik dan aturan-aturan tanpa merasa perlu menjelaskan kepada anak apa guna dan alasan di balik aturan tersebut.
Orang tua cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti, biasanya bersamaan dengan ancaman-ancaman. Orang tua cenderung memaksa, memerintah, menghukum. Apabila anak tidak mau melakukan apa yang dikatakan orang tua, maka orang tua tidak segan menghukum anaknya. Orang tua ini juga tidak mengenal kompromi dalam komunikasi biasanya bersifat satu arah dan orang tua tidak memerlukan umpan balik dari anaknya untuk mengerti mengenai anaknya.
Pola asuh otoriter biasanya berdampak buruk pada anak, seperti ia merasa tidak bahagia, ketakutan, tidak terlatih untuk berinisiatif, penakut, pendiam, tertutup, gemar menentang, suka melanggar norma-norma, berkepribadian lemah, cemas dan terkesan menarik diri.

3. Pola Asuh Permisif
Merupakan suatu bentuk pengasuhan dimana orang tua memberikan kebebasan sebanyak mungkin kepada anak untuk mengatur dirinya, anak tidak dituntut untuk bertanggung jawab dan tidak banyak kontrol oleh orang tua. Secara umum ciri-ciri pola asuh orang tua yang bersifat pemanja yaitu:Orang tua tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya dan sangat sedikit bimbingan yang diberikan oleh mereka. Orang tua memberikan kebebasan kepada anak untuk menyatakan dorongan atau keinginannya. Orang tua tidak pernah menegur atau tidak berani menegur perilaku anak, meskipun perilaku tersebut sudah keterlaluan atau diluar batas kewajaran.
Pola asuh permisif ini akan membentuk anak yang manja, kurang dewasa, kurang teratur, tidak disiplin, tidak patuh, mau menang sendiri. Namun, anak ini juga akan menjadi percaya diri dan kreatif.
4. Pola Asuh Penelantar / Uninvolved
Dalam pola asuh ini, hubungan orangtua dengan anak kurang hangat, memiliki interaksi waktu yang sedikit dengan anak-anaknya, lebih mementingkan diri sendiri, tidak peduli, anak dibiarkan berkembang sendiri baik fisik maupun psikis.
Kepribadian anak yang bisa terbentuk dengan pola seperti ini adalah cenderung kurang perhatian, pemurung, terhambat dalam penyesuaian diri, lebih agresif.
. Pengasuhan penelantaran merupakan pengasuhan yang beresiko paling tinggi. Gejala-gejala perilaku negatif tersebut semakin tampak pada anak usia 8-12 tahun. Bahkan pada anak dengan pola asuh penelantar kecenderungan perilaku negatif sering kali mengarah pada perilaku negatif orang dewasa seperti merokok, minum-minuman beralkohol, seks bebas dan tidak jarang terlibat tindakan kriminal.

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Melalui Kegiatan Penyuluhan Pola Asuh Anak dan Remaja yang berjudul ”Bentuk Pola Asuh Dan Dampaknya Bagi Perkembangan Anak dan Remaja”, dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut :
1. Anak adalah asset bangsa. Masa depan bangsa dan Negara berada ditangan mereka. Semakin baik keperibadian anak sekarang maka semakin baik pula kehidupan masa depan bangsa, sebaliknya.
2. Pola Asuh adalah usaha orang tua dalam membina anak dan membimbing anak baik jiwa maupun raganya sejak lahir sampai dewasa (18 tahun).
3. Ada 4 (empat) bentuk Pola Asuh yang diterapkan oleh orangtua yaitu :
Pola Asuh Demokratis, Otoriter, Permisif dan Penelantar.
4. Pola Asuh Demokratis adalah Pola Asuh yang paling baik yang dapat menjadi pilihan orangtua, karena akan menghasilkan karakteristik anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, kooperatif terhadap orang lain, mampu menghadapi stress, bebas berkreasi dan mengekplorasi berbagai hal, ceria, menyenangkan, cerdas, dan percaya diri.

3.2 Saran
1. Hendaknya kegiatan PKK melalui Penyuluhan Pola Asuh Anak dan Remaja dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.
2. Penerapan Pola Asuh agar disesuaikan dengan situasi, kondisi dan kebutuhan anak, usia balita akan berbeda dengan usia remaja.
3. Tips mendidik anak yang dapat diterapkan orangtua :
a. Jadilah orangtua yang dapat diteladani dengan memberikan contoh positif bagi anak
b. Kedisplinan merupakan hal yang penting dalam mengasuh anak agar kelak anak dapat mandiri dan dihormati serta dihargai masyarakat.
c. Kedepankan dan tanamkan sejak dini agama dan moral yang baik pada anak agar kedepannya dapat memiliki sikap dan perilaku yang baik dan agamis.

DAFTAR PUSTAKA

Andi Lesmana. 2012. Definisi Anak. https//andibooks.wordpress.com/definisianak/
Syamsu Yusuf, 2005. Pola Asuh Orangtua. Jakarta : Gunung Mulia
Tim Penggerak PKK Pusat. 1995. Pola Asuh Anak dalam Keluarga : Pedoman Bagi Orangtua. Jakarta.

27, Februari 2018 at 4:38 pm Tinggalkan komentar

Membuat Arang Sekam

Arang sekam cocok dijdikan sebagai media tanam. cara membuatnya

16, Desember 2017 at 8:44 pm Tinggalkan komentar

Semesta yang Menyapa

Ketika bumi menggelegak panasAir bah merambah di hamparan bumi

Bumi yang mendidih 

Mendidih karena matahari menyapa pada kedekatan semesta.

Alam yang merana

Hewan2 yang gelisah menghambur 

Menghambur kabur

Terjengkang 

Telentang

Panik…..

Bongkahan batu-batu menyeruak keluar bumi

Bumi yang nenggelegak menanak batu

Batu yang berlari membawa api

Api…menjilat angkasa membawa awan

Awan berararak nembawa air

Air yang jatuh ke bumi nembawa banjir

Banjir membawa batu

Batu berserak kemana-mana

Menari pada dinding bukit

Pada lereng – lereng hutan

Pada hutan- hutan yang terbakar

Menggelinding…

Menumpuk…

Menggandul pada ritme perspektif semesta

Berirama

Membentuk piramit gunung

Bagai persembahan Dewa

Angin yang menggusur waktu

Menggusur kegaduhan

Menggusur bencana ..

Lalu……..

Alam pun diam membeku di kedamaian

Mengusung panorama indah

Dengan kesejukan

Dengan kesuburan

Dengan kedamaian
By..WAHYU .S

17, Desember 2016 at 5:42 am Tinggalkan komentar

Perjalanan Ampah-Palangka Raya

Perjalanan dari Ampah menuju Palangka Raya menempuh jarak sekitar 245 km. Dari Ampah melewati kampung urup, Asak, Putai, Bararawa, Bambulung, Jihi, Buntok, timpah.

jembatan besar yang dilewati yaitu jembatan melawen, jembatan Kalahiyen, jembatan timpah, jembatan sei murui, jembatan sei maluku, jembatan kahayan

3, November 2016 at 5:32 am Tinggalkan komentar

Binatang Masuk Telinga

boedPernah mengalami serangga masuk telinga? wah pasti kesel sekali. Nah ini tips dari http://nonasehat.in/pertolongan-pertama-saat-telinga-kemasukan-serangga/.

  1. Tetap tenang. Bila terjadi pada anak-anak ataupun selainnya, mintalah dan yakinkan mereka untuk tenang, jangan panik.
  2. Posisikan tubuh pada posisi yang nyaman. Baringkan miring atau telentangkan tubuh pada bidang yang datar, dengan telinga yang kemasukan menghadap keatas.
  3. Ambil sedikit minyak (bisa baby oil, minyak zaitun, minyak sayur) dan teteskan secara perlahan kedalam telinga yang kemasukan serangga, jangan banyak gerak. Ini akan mencegah serangga bergerak di dalam telinga dan membuat mereka mati.
    NB: Bila tidak ada minyak, kamu bisa memakai air bersih.
  4. Langkah Tambahan. Ambil bola kapas dan basahi dengan alkohol. Gosokkan kapas beralkohol tadi perlahan-lahan ke lubang telinga. Hati-hati, serangga bisa saja menggigit dan ini sangat menyakitkan. Alkohol akan menguap namun baunya akan memaksa serangga untuk keluar. Bila kamu tidak bisa melakukan langkah ini, lanjut saja ke no 5.
  5. Aliri telinga dengan air hangat. Pakailah alat suntik (tanpa jarum) bila ada untuk melakukannya. Bila tidak ada, gelas dengan moncong kecil juga bisa digunakan. Aliri perlahan telinga dengan air hangat dan serangga akan segera keluar.
  6. Medis. Pergilah ke dokter untuk lakukan follow-up tentang usaha yang baru saja kamu lakukan untuk memastikan bahwa kamu tidak merusak telingamu selama proses tadi.

24, Januari 2016 at 5:15 pm Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


kesehatan blog

RSS nohanarum.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS artikel teknologi

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Laman

Sosial